Selasa, 06 Agustus 2019

Perusahaan yang Melakukan Kerjasama dengan IIB Darmajaya

IIB DARMAJAYA LAKUKAN KERJASAMA

1. IBI DARMAJAYA-CESMED 


 BANDARLAMPUNG – Keseriusan mencetak entrepreneur muda dilakukan Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Darmajaya dengan memperkuat kerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) - Centre for Entrepreneurship and SMEs Development (Cesmed) dibidang entrepreneurship. 

Kemarin (3/10), IBI Darmajaya kembali mendapat kunjungan dari UKM Cesmed dalam rangka menindaklanjuti program Training Of Trainer (TOT) for Project Youth Economic Partisipant Initiative (YEPI). Seluruh dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam TOT melakukan presentasi terkait rancangan bisnis plan dari hasil kunjungan disejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) di Lampung.

Kepala Lembaga Pengembangan Sumber Daya (LPSD) IBI Darmajaya, Andri Winata, SE., M.Sc, mengatakan setelah melakukan rangkaian TOT mulai dari pembekalan, kunjungan lapangan dan mentoring, kini mahasiswa dan dosen menyampaikan report (laporan) berkenaan kegiatan yang telah dilakukan. 

“Presentasi diikuti 5 kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari dosen dan  mahasiswa. Setiap kelompok memberikan laporan tentang apa saja yang sudah dilakukan dan impact (pengaruh) bagi para usaha mikro yang menjadi binaan mereka. Report langsung disampaikan ke pihak UKM Cesmed untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti” jelas Andri. 
Masih kata Andri, pertemuan ini juga menghasilkan rencana kampus biru untuk mengkolaborasikan TOT Yepi dengan program Praktik Kerja dan Pengabdian Masyarakat (PKPM). Pasalnya kedua program dianggap sejalan dan relevan untuk dijalankan secara bersamaan. “Salah satu fokus utama dalam PKPM adalah memajukan usaha mikro disetiap desa, tentunya ini sejalan dengan program TOT Yepi. Untuk itu kami berencana meleburkan kedua program ini menjadi satu agar lebih efektif dan efisien” tandasnya. 

Sementara itu Deputy Director CESMED, Assoc. Prof. Dr. Aini Aman, mengatakan laporan yang disampaikan mahasiswa dan dosen menjadi salah satu barometer sejauh mana dosen dan mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang telah dapatkan selama TOT. Seluruh hasil laporan, kata dia, akan ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi serta menyiapkan solusi dari masalah yang dihadapi.

“Dari hasil laporan, kami dapat mengetahui sejauh mana partisipasi dosen dan mahasiswa dalam menjalani training. Dan beberapa permasalahan yang dihadapi para penggiat usaha, ini akan menjadi kajian kami selanjutnya, bagaimana solusinya dan apa yang harus dilakukan. Kedepan kami lebih fokus pada permasalahan tersebut dan menyiapkan mentor untuk mengatasinya” ujar dia.

Sebagai pilot projek, Dr. Aini Aman berharap TOT Yepi bisa berhasil dijalankan di IBI Darmajaya. Dimana output yang dihasilkan adalah lahirnya wirausahawan-wirausahawan muda dikalangan mahasiswa, serta dosen-dosen yang tak hanya bisa mengajar dikelas tetapi juga bisa menjadi trainer dibidang entrepreneur.

Untuk menciptakan lulusan yang berkualitas, beberapa tahun terakhir IBI Darmajaya memang fokus mengembangkan konsep technopreneurship. Wakil Rektor III, Novita Sari, S.Sos. M.M., mewakili Rektor IBI Darmajaya, Dr. Andi Desfiandi, SE.MA, mengungkapkan technopreneurship menjadi salah satu upaya IBI Darmajaya dalam menjawab tantangan dunia kerja saat ini

“Tak hanya menguasai teknologi, kami juga mengembangkan jiwa entrepreneur pada mahasiswa. Saya percaya, kegiatan ini akan menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dibidang usaha dan bisnis. Dengan ini akan tumbuh dalam diri mereka untuk menjadi wirausahawan muda yang handal dan berdaya saing” ucap Andi. (*).





2. Kantor Bahasa Provinsi Lampung Kerjasama Dengan IIB Darmajaya




GR (BANDAR LAMPUNG) — Minat penutur asing mempelajari Bahasa Indonesia, baik untuk keperluan praktis maupun akademis, semakin berkembang. “Hal itu menjadi perhatian khusus Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kantor Bahasa Lampung, untuk berperan aktif melalui pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA),” kata Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Dra. Yanti Riswara, M.Hum.
Hal itu dikatakan Yanti, pada Pembinaan Jejaring Kemitraan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Gedung Pascasarjana kampus biru itu, Senin (22/10/2018). Kegiatan itu digelar atas kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kantor Bahasa Provinsi Lampung bekerjasama dengan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.
Kegiatan itu akan berlangsung selama tiga hari hingga 24 Oktober 2018 dan diikuti 51 peserta. Diantaranya, perwakilan dari Darmajaya Language Center (DLC), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa IIB Darmajaya, Universitas Lampung, Universitas Malahayati, Universitas Teknokrat Indonesia.
Kemudian, Universitas Bandar Lampung, Universitas Muhammadiyah Lampung, STKIP PGRI, Universitas Tulangbawang, UIN Raden Intan, Umitra, STBA Yunista, , Monash Institut, dan SMAN 16 Bandar Lampung. Termasuk mahasiswa asing Darmajaya asal Irak, Mohammed Yousif Zeain.
Yanti juga menjelaskan pelatihan ini ditujukan bagi tenaga kerja asing, mahasiswa asing, dan wisatawan mancanegara. Dia menambahkan, pengajaran BIPA merupakan media untuk menyebarluaskan bahasa Indonesia, juga merupakan media untuk menyampaikan berbagai informasi tentang Indonesia, termasuk memperkenalkan masyarakat dan budaya Indonesia.
“Sehingga, orang asing yang mempelajari bahasa Indonesia akan semakin memahami masyarakat dan budaya Indonesia secara lebih komprehensif. Diharapkan dapat meningkatkan rasa saling pengertian dan saling menghargai untuk semakin meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antar bangsa,” kata dia.
Di hari pertama, Yanti menjadi pembicara dengan materi kebijakan BIPA. Dilanjutkan, materi kebijakan Bahasa dan Sastra, serta materi pengajaran sastra dalam BIPA oleh Diah Meutia Harum, M.Hum
Di hari kedua, Dr. Muhammad Fuad, M.Hum akan memberikan materi tentang perkembangan dan pengajaran BIPA di Unila. Kemudian, materi Kebangsaan oleh Dra. Yanti Riswara, M.Hum. Di hari terakhir, para peserta akan menerima sosialisasi dan mengikuti pengujian Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) oleh tim UKBI Kantor Bahasa Provinsi Lampung. (**)



3. Pemkab Lamsel Jajaki Kerjasama dengan IBI Darmajaya dan UML



TERASLAMPUNG.COM — Pimpinan Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, yang dikomandoi Wakil Rektor 1 DR. RZ. Abdul Aziz, MT melakukan audiensi dengan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Kamis (11/7/2019). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lampung Selatan, turut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Komputer IBI Darmajaya DR. Sriyanto, S.Kom, MM, Dekan Fakultas Ilmu Ekonomi DR. Faurani beserrta sejumlah pengurus lainnya.
Wakil Rektor 1 IBI Darmajaya, Abdul Aziz menjelaskan, selain bersilaturahmi kedatangannya bersama jajaran pengurus dalam rangka untuk menjalin kerjasama Tridarma Perguruan Tinggi. Sebab katanya, IBI Darmajaya bukan sebuah Perguruan Tinggi yang hanya bergerak dibidang pendidikan, tetapi juga dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Jadi kami ingin IBI Darmajaya ini punya peran lebih untuk masyarakat Lampung, khususnya dengan masyarakat Lampung Selatan melalui Tridarma Perguruan Tinggi,” ujarnya. Dari pertemuan itu, dirinya berharap ada keberlanjutan untuk menjalin MoU antara pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan IBI Darmajaya. “Misalanya, kami punya SDM, ada beberapa pakar dibidangnya, maka kita ingin pakar ini bisa membantu Lampung Selatan, baik itu melaui kajian atau masukan untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.
Sebelumnya, ditempat dan hari yang sama, Plt Bupati Lampung Selatan juga menerima kunjungan dari Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) DR. H. Dalman, M.Pd.
Turut mendampingi Rektor UML, Staf Ahli Rektor DR. H. Yuria Putra Tubarad, M.Si, dan Kepala Humas UML Bastian Sugendi, M.Pd.Senada dengan IBI Darmajaya, Kedatangan Pimpinan UML juga dalam rangka menjajaki kerjasama dengan Pemkab Lampung Selatan.
Sebab menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang berkpirah di dunia pendidikan, sudah seharusnya UML bersinergi dengan pemerintah daerah yang ada di Provinsi Lampung.
“Maksud kedatangan kami kesini untuk silaturahim. Katanya, kalau tidak kenal itu maka tak sayang. Dan tentunya kami ingin lebih dekat menjalin kerjasama dengan Pemkab Lampung Selatan, itu harapannya,” ujar Rektor UML dihadapan Plt Bupati Nanang Ermanto.
Lebih lanjut Dalman menjelaskan, saat ini UML memiliki 12 Program Studi di 6 fakultas yang ada. Dia juga mengungkapkan, semua Program Studi itu sudah terkreditasi B oleh BAN-PT.
“UML ini sudah mendeklarasikan kampusnya sebagai entrepreneur campus, yang menjamin lulusan bekerja, atau kuliah sambil bekerja,” tuturnya.
Sementara, menanggapi hal itu, Plt Bupati, Nanang Ermanto sangat menyambut baik maksud dan tujuan dari UML dan IBI Darmajaya. Sebab katanya, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus berupaya meningkatkan diri, baik pendidikan maupun bidang lainnya.
Nanang menuturkan, bahwa Komitmen Pemkab Lampung Selatan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Lampung Selatan juga terus ditingkatkan, mengingat sumber daya alam yang dimiliki kabupaten sebagai pintu gerbangnya Jawa-Sumatera.
“Intinya kami welcome, karena pembangunan itu bukan hanya infrastruktur saja, tetapi juga perlu membangun SDM-nya. Kami juga sampaikan terima kasih, karena sudah mendapatkan wawasan dan masukan. Nanti tinggal kita atur langkah-langkah selanjutnya,” kata Nanang.

4. IIB Darmajaya - Pemkot Metro jalin kerjasama



Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Institut Informatika dan Bisnis (Informatics and Business Institute/IBI) Darmajaya terus meningkatkan kerja sama dengan stakeholders terkait, seperti instansi pemerintahan dan swasta, di Bandarlampung, Senin (20/5), telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Metro.


Kerja sama itu berkaitan dengan peningkatan kualifikasi sumber daya manusia aparatur dan pemberian beasiswa pendidikan.



Rektor IBI Darmajaya Dr. Andi Desfiandi, S.E.,M.A., menuturkan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kerja sama yang terjalin antara IBI Darmajaya dan Pemkot Metro.



"Kami menyepakati kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan kualifikasi sumber daya manusia serta pemberian beasiswa pendidikan kepada pegawai Pemkot Metro yang menempuh pendidikan di IBI Darmajaya pada program studi strata satu maupun program strata dua," kata Andi.



Selain itu, kerja sama dalam bidang pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh IBI Darmajaya dengan melibatkan Pemkot Metro sebagai partner atau target pengabdian masyarakat.



Adapun perjanjian kerja sama ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun.



Wali Kota Metro Lukman Hakim yang diwakilkan kepada Wakil Wali Kota Metro Saleh Chandra P. mengatakan bahwa kerja sama dengan IBI Darmajaya juga meliputi penyelenggaraan pelatihan atau workshop yang dilaksanakan oleh Pemkot Metro yang melibatkan IBI Darmajaya sebagai narasumber atau peneliti/peneliti pendamping.



Sesuai dengan visi Kota Metro untuk mewujudkan sebagai kota pendidikan yang unggul dan masyarakatnya yang sejahtera, pihaknya menyatakan bangga dapat bekerja sama dengan IBI Darmajaya sehingga dapat memiliki sumber daya manusia dengan mutu pendidikan yang berkualitas.



"Semoga kerja sama yang terjalin dapat sama-sama bermanfaat dan berkelanjutan pada masa mendatang," ujarnya.



Dalam penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tersebut, turut hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kota Metro Megawati Karim, Asisten Bidang Administrasi Umum pada Sekdakot Metro Pramono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah A.B.P. Herjuno beserta jajaran pejabat Pemkot Metro.



Sementara itu, dari jajaran pimpinan IBI Darmajaya yang hadir, antara lain, Wakil Rektor I Envermy Vem, M.Sc., Direktur Pascasarjana Prof.Dr. Bambang Sumitro, M.S., Kepala Program Studi Magister Teknik Informatika Nisar Zaidal, S.Kom.,M.T.



Hadir pula Kabiro Humas Pemasaran Kerja sama dan International Office Rahmalia Syahputri, S.Kom.,M.Eng.Sc., Kepala Pusat Penjamin Mutu (QAC) Abdi Darmawan, S.T., M.T.I., dosen pascasarjana M. Said Hasibuan, M.Kom beserta sejumlah karyawan IBI Darmajaya.



5. IIB Darmajaya jajaki kerjasama dengan perguruan tinggi di Prancis


BANDAR LAMPUNG---Informatics and Business Institute (IBI) Darmajaya sedang menjajaki kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Perancis. Hal itu terungkap saat Campus France, yang merupakan sebuah badan di bawah naungan Kedutaan Besar (Kedubes) Perancis di Indonesia yang membidangi masalah pendidikan, berkunjung ke IBI Darmajaya dan menggelar sosialisasi mengenai sistem pendidikan dan meraih beasiswa di perguruan tinggi ternama di Perancis.
Acara yang berlangsung di Gedung B Pascasarjana IBI Darmajaya belum lama ini dihadiri antusias oleh segenap civitas academica IBI Darmajaya mulai jajaran pimpinan, kepala biro, kepala jurusan, dosen, hingga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Organisasi Kemahasiswaan (Orkem), Himpunan Mahasiswa (Hima), serta puluhan mahasiswa lainnya.

Rektor IBI Darmajaya DR. Andi Desfiandi, SE.,MA mengatakan IBI Darmajaya, sesuai mottonya yakni, “One Step Ahead Toward Globalization” dan merupakan titik awal mewujudkan world regocnized university di tahun 2023 telah mendapatkan pengakuan akan kredibilitas IBI Darmajaya tidak hanya pada level nasional, tetapi juga level internasional. Diantaranya, sejak  tahun 2008, IBI Darmajaya bekerjasama dengan Higher Education Learning Philosofy (HELP) University College (HUC) Malaysia dan University Teknologi Malaysia Malaka  (UTeM), Universitas Kebangsaan Malaysia serta penjajakan kerjasama dengan perguruan tinggi di negara-negara lainnya. “Ditambahkan dengan kehadiran Campus France, kami senantiasa mendukung sepenuhnya dan menyambut baik penjajakan kerjasama IBI Darmajaya dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi ternama di luar negeri. Salah satunya di Perancis,” ujar Andi, Senin (8/10)

Penanggungjawab Campus France Jakarta Anton Hilman mengatakan pihaknya mengunjungi IBI Darmajaya, untuk menginformasikan segala hal mengenai pendidikan di Perancis. Seperti jumlah puluhan universitas negeri dengan sekitar lebih dari 300 jenis bidang studi yang tersedia dan tersebar di berbagai wilayah di Perancis. Juga tentang program beasiswa yang bisa diperoleh calon mahasiswa. “Kami sedang menjajaki kerjasama dengan IBI Darmajaya untuk menindaklanjuti kegiatan ini. Kami berharap adanya minat dan keinginan dari para mahasiswa dan dosen untuk berkuliah di Perancis,” harapnya.

Adapun bentuk kerjasama tersebut adalah melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen. Sehingga dengan adanya kerjasama,  maka dimungkinkan mahasiswa, dosen, dan karyawan yang ingin meningkatkan kompetensi dan kemampuan akademik dapat menuntut ilmu di Perancis dengan biaya yang terjangkau.

Anton menambahkan semua ijasah lulusan perguruan tinggi di Perancis diakui baik oleh pemerintah Indonesia melalui Dirjen Dikti Diknas dan diakui secara internasional. Lembaga-lembaga pendidikan tinggi Perancis menawarkan program pendidikan (setingkat S1, Master/S2, dan Doktor/S3) yang diakui secara internasional. Salah satu kekayaan dari lembaga-lembaga tersebut terletak pada keragaman jurusan dan pelatihan. 


“Di seluruh penjuru Perancis, terdapat lembaga-lembaga pendidikan berkualitas, dalam berbagai bidang, baik berupa universitas, sekolah teknik, sekolah bisnis, institut, maupun sekolah bidang pemerintahan. Semuanya menawarkan pendidikan berdurasi singkat maupun panjang, yang berorientasi pada penelitian atau tenaga siap kerja di perusahaan-perusahaan. Keunggulan program-program tersebut tercermin dari keberhasilan yang telah diraih para lulusannya, diantaranya, di bidang ilmiah (hadiah Nobel), teknologi dan industri (ruang angkasa-antariksa, komunikasi, transportasi, energi, dan lainnya) serta budaya,” papar Anton.  Selain mengunjungi IBI Darmajaya, Campus France juga mengunjungi universitas negeri dan kampus swasta lainnya di Lampung. (*)





Selasa, 02 Juli 2019

E- Commerce

Perdagangan elektronik adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.


B2E LOWONGAN KERJA

(E-Bisnis 6SI-P3)





Lihat Pendaftar



**********